"terakhir, kuharap, kematianku tak mewariskan luka dan petaka, biar, bersemayam dan digerogoti cacing-cacing tungi di hatimu yang bengis dan berlinang tangis. Badai mengerikan dan hujan penuh ampunan itu sama saja, tak ada yang berbeda, karena yang berbeda hanyalah cara kau dan aku memandang sebuah rasa, aku yang sedikit tergesa dan kamu hanya menganggapnya sebuah permainan semata." — Tuan Kembara (@siniarbulanjuni)