"...sebab ciuman terakhir itu akan bertahan bersamaku, ia tertinggal, selamanya, tak tanggal dari mulutmu, dengan begitu turut bersamaku, ikut dalam matiku." Sebuah puisi dari buku 100 Soneta Cinta karya Pablo Neruda yang diterjemahkan oleh M Aan Mansyur. Aslinya puisi puisi di buku ini tidak berjudul, tapi menurut saya pribadi, Ciuman Abadi adalah judul yang tepat untuk puisi yang satu ini.