Listen

Description

Data tahun 2018 menunjukkan bahwa 1 dari 9 anak perempuan di Indonesia menikah sebelum usia 18 tahun dan angka ini diproyeksikan meningkat selama pandemi. Pernikahan dini merupakan masalah multidimensi yang erat kaitannya dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya. Tidak hanya berdampak pada kehidupan anak yang menjadi pelaku pernikahan dini, efek domino juga dapat dirasakan keluarga yang terbentuk dari pernikahan dini. Lalu apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi kasus pernikahan dini?  Dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional #CeritaPuan kali ini akan mengulas "Girls Not Brides" bersama Andrea Adhi (Lead for Social Inclusion and Protection - PUSKAPA UI) | News courtesy: KemenPPPA



02.55 Apa itu pernikahan anak?

04.05 Kondisi pernikahan anak di Indonesia

07.34 Kenapa pernikahan anak terjadi?

12.21 Kenapa pernikahan anak marak saat pandemi dan krisis?

16.03 Dampak pernikahan dini terhadap kondisi sosioekonomi

18.15 Peluang perceraian dan kualitas anak hasil pernikahan dini

20.00 Apakah bansos membantu mengurangi pernikahan anak?

23.02 Mendorong kolaborasi sosialisasi terkait pernikahan dini

24.21 Sex education cegah pernikahan dini

26.53 Pemerintah harus bagaimana?

31.10 Analogi