Mana yang benar: disabled atau diffable (differently able)? Mungkinkah berteologi bersama kaum disabled? Kali ini, obrolan Theovlogy bersama Isabella Novsima, alumna STFT Jakarta dan McCormick Theological Seminary, Amerika Serikat, mengenai teologi dan disabilitas intelektual. Bagaimana disabilitas menginterupsi bahkan mendisrupsi teologi yang selama ini telah dilakukan? Norma-norma apa yang selama ini dipegang oleh para teolog tetapi pada akhirnya meminggirkan kaum disabled intelektual? Bagaimana wujud teologi yang merangkul kaum disabled intelektual?