Salah satu keprihatinan kita saat ini adalah telah begitu banyaknya perempuan Indonesia yang menjadi korban human trafficking. Mereka pergi ke luar negeri untuk mencari nafkah demi perbaikan ekonomi keluarga, namun di kemudian hari pulang hanya jasad tak bernyawa. Atau, sebagian mereka diperlakukan semena-mena. Tubuh mereka direngkuh dan dilecehkan. Bagaimana seharusnya gereja bersikap? Teologi apa yang seharusnya dibangun dalam konteks perdagangan manusia dan tubuh yang diselewengkan ini? Vic. Ester Damaris Wolla Wunga dari Gereja Masehi di Tanah Timor mengampu diskusi kali ini. Kiranya menjadi berkat untuk sobat Theovlogy.