“Kau tidak pernah merasa pantas tapi kau terus berharap. Duri luka di dadamu dikalahkan keyakinan atas kepantasanmu berbahagia. Kau tidak pernah seyakin itu, tapi juga kau tak pernah benar-benar mengerti mengapa kau seyakin itu.” — Rumah, 7 November 2018