Yang disebut hidup (sejati) tak lain adalah leburnya tubuh jasmani dengan batinnya, ibarat bejana dan isinya.
Biar bejana tetapi bila tanpa isi, sia-sia disebut bejana, tidak semestinya dan tidak berguna.
Demikian juga isi tanpa bejana sungguh hal yang mustahil.
Demi hidup yang baik tentulah dibutuhkan bejana dan isi, sebaiknyalah kedua-duanya.