JANGAN MENIKAH
2 Korintus 6:13-14 (TB) 13 Maka sekarang, supaya timbal balik — aku berkata seperti kepada anak-anakku —: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya! 14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
Rasul Paulus oleh ilham Roh mengajarkan jemaat Korintus suatu kebenaran dalam memulai rumah tangga. Ia menganggap bahwa jemaat Korintus sebagai anak-anak yg dikasihinya. Orang tua pasti menginginkan keluarga anaknya hidup berbahagia. Jadi pesan Paulus ini sangat penting diperhatikan oleh setiap orang percaya yg mau berkeluarga. Untuk itu kita harus buka hati lebar-lebar supaya bisa menerima semuanya secara utuh. Paulus melarang orang percaya menikah dengan orang yang tidak seiman (tidak percaya kepada Tuhan Yesus) yang juga tidak mengasihi Allah. Apa dasar alasannya?.2 Korintus 6:14 (TSI2) Janganlah kita menjadi terikat dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus, karena orang yang hidupnya benar tidak bisa bekerjasama dengan orang yang hidupnya tidak benar. Sebagai contoh, kuasa gelap tidak bisa bersatu dengan kuasa terang.
Orang yang tidak seiman tidak punya beban dan visi Kerajaan Allah. Ia tidak bisa bekerja sama untuk melayani Allah sebagai contohnya adalah Iblis dan antek-anteknya yang selalu menjadi trouble maker bagi Kerajaan Allah. Bagaimana bisa bahagia jika anggota keluarga tidak bisa kerjasama. Bagaimana bisa mencapai Tujuan Allah jika pasangan kita punya tujuannya sendiri. Lebih baik kita sendirian daripada menikah dgn pasangan yang tidak seiman. (CS).