MENCARI NAMA
Kejadian 11:4 (TB) Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
Pada zaman menara Babel dibangun, manusia memiliki satu bahasa dan satu logatnya. Ketika mrk hendak mendirikan menara yg puncaknya sampai ke langit spy mrk bisa bersatu, di situ Tuhan marah dan mengacaukan bahasa mrk. Dengan mengacaukan bhs mrk, mrk berhenti mendirikan menara.
Kita mungkin berpikir apa salahnya mendirikan menara? Zaman now ada menara tertinggi di dunia saat ini yaitu Burj Khalifa (bahasa Arab برج خليفة yang berarti 'Menara Khalifa') adalah sebuah gedung pencakar langit di Dubai, Uni Emirat Arab yang diresmikan pembukaannya pada 4 Januari 2010. Ketinggian pencakar langit ini adalah 828 meter (2.717 kaki). Gedung dgn 160 lantai dan luas 334.000 m2 ini adalah Gedung atau Menara ini paling terkenal di dunia.
Yang salah pada zaman menara Babel adalah manusia saat itu hendak mencari nama bagi dirinya sendiri. Nama dalam Tradisi Yahudi punya makna penugasan. Malaikat punya nama krn mrk diberi tugas. Misalnya Gabriel Berasal dari bahasa Ibrani, Gabriel (גַבְרִיאֵל) memiliki makna Tuhan kekuatanku. Malaikat utusan Tuhan ini yang memiliki tugas menerangkan atau menyampaikan firman Tuhan kepada manusia. Dalam bahasa aslinya, arti nama Gabriel terbentuk dari dua kata, Gabra yang berarti pelindung atau perkasa, dan El yang bermakna Allah atau Tuhan sehingga maknanya menjadi pelindung Tuhan. Ada suatu cerita Yahudi bhw para malaikat tdk memiliki nama, mrk mendapatkan nama ketika mrk mendapat tugas seperti Malaikat Gabriel tsb di atas. Setelah menyelesaikan tugasnya malaikat itu kembali dan menanggalkan namanya lalu kembali tanpa nama krn hanya ada SATU Nama di Sorga yaitu Elohim YHWH Dialah Sang Nama itu.
Wahyu 2:17 (TB) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya."
Batu putih (warna kemenangan) ialah tanda masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Batu putih, yang di atasnya terukir nama baru. Batu putih ini adalah bukti pengampunan atas kesalahan dosa, yang merujuk pada kebiasaan kuno memberikan batu putih kepada orang-orang yang dibebaskan dalam pengadilan dan batu hitam kepada mereka yang dihukum. Nama baru itu adalah nama adopsi. Tak seorang pun bisa membaca bukti diadopsinya seseorang selain dirinya sendiri. Nama baru, melambangkan pembaharuan batiniah yang membuat orang menjadi layak bagi Kerajaan Sorga. (Wah 3:12; 19:12)
Org percaya sejati tdk akan mencari nama bagi dirinya. Di kekekalan ia akan diberikan nama yg baru sbg identitas baru. (CS)