Listen

Description

SELALU BARU SETIAP HARI
Ratapan 3:21-23 (TB) 21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: 22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Kasih setia Tuhan sering dimaknai hanya sebagai berkat-berkat jasmani. Jika selama ini kita memaknai berkat Tuhan hanya dalam bentuk materi maka kita hrs memperhatikan ayat ini baik-baik. Kitab Ratapan diperkirakan dituliskan dalam kurun waktu antara tahun 586- 575 SM, tidak lama setelah jatuhnya Yerusalem. Tujuan Penulisan: Sebagai akibat dari berlanjutnya penyembahan berhala Yudea, Allah mengijinkan Babel untuk menaklukkan, menjarah, membakar, dan menghancurkan Yerusalem. Bait Salomo, yang telah berdiri selama 400 tahun, habis terbakar. Nabi Yeremia, saksi mata akan peristiwa ini, menulis Kitab Ratapan sebagai bentuk keluh kesahnya atas hukuman yang jatuh kepada Yudea dan Yerusalem.

Kondisi nabi Yeremia pada wkt ia mendapat ilham utk menulis ayat ini dlm keadaan yg sangat memprihatinkan. Itulah sebabnya kitab ini disebut Ratapan. Yeremia sang nabi lebih banyak menderita daripada senangnya. Ia mengalami aniaya baik dari sesama nabi dan juga kaum sebangsanya. Pada wkt itu Yeremia dan bangsanya dlm pembuangan. Meskipun demikian Yeremia memberi dorongan kpd bangsa-nya bhw kasih setia Tuhan dan Rahmat-Nya selalu baru. Kasih setia dan rahmat Tuhan yg dimaksud adalah pelajaran hidup yg mendewasakan rohani umat-Nya, itulah yg selalu baru setiap hari sehingga kita makin segambar dan serupa dgn Dia. (CS)