Belakangan ini, masyarakat tengah dihebohkan dengan wacana kembalinya dwifungsi TNI di Tanah Air. Wacana ini mengemuka ketika pemerintah berencana memberikan sejumlah jabatan di kementerian kepada perwira militer. Berkenaan dengan hal tersebut, masyarakat merespons keras kemungkinan kembalinya dwi fungsi TNI di negeri ini. Mereka tak ingin doktrin traumatis di era Orde Baru tumbuh kembali di era reformasi yang membuka jalan untuk demokrasi. Terlihat bahwa kata dwifungsi TNI menjadi kata kunci yang menarik untuk diperbincangkan. Lalu bagaimana sebenarnya doktrin ini mewarnai politik Indonesia?