Pernahkah Anda merasa terjebak dalam sebuah tim di mana pekerjaan terasa berat, komunikasi macet, dan rasanya lebih mudah jika dikerjakan sendiri? Kita sering menganggap "kolaborasi" sebagai satu konsep tunggal: entah itu berhasil atau gagal. Namun, realitas di tempat kerja jauh lebih bernuansa daripada itu. Sering kali, frustrasi kita bukan karena rekan kerja yang buruk, melainkan karena kita salah mendiagnosis jenis hubungan kerja yang sedang kita jalani.
Menurut ahli psikologi kolaborasi Deb Mashek, setiap hubungan kerja sebenarnya berada dalam sebuah spektrum yang ditentukan oleh dua hal: seberapa baik kualitas hubungan emosional Anda (kepercayaan dan kepuasan) dan seberapa tinggi tingkat ketergantungan pekerjaan Anda satu sama lain. Ketika kita memetakan kedua hal ini, kita akan menemukan bahwa kolaborasi itu memiliki "wajah" yang berbeda-beda—mulai dari zona nyaman yang berbahaya hingga titik manis di mana keajaiban benar-benar terjadi.
Memahami di mana posisi tim Anda dalam "Mashek Matrix"—apakah Anda berada di zona CollaborGREAT yang produktif, atau terjebak dalam mimpi buruk Collabor(h)ate—adalah langkah pertama untuk berhenti mengeluh dan mulai memperbaiki keadaan. Dengan mengenali empat jenis kolaborasi ini, Anda tidak hanya bisa menyelamatkan proyek yang hampir karam, tetapi juga mengubah dinamika kerja yang melelahkan menjadi sumber energi baru. Mari selami lebih dalam untuk mengetahui tipe kolaborasi Anda saat ini!