Pembelajar Hebat atau Great Learner bukanlah sekadar individu yang memiliki kapasitas intelektual tinggi, melainkan seseorang yang memiliki "learnership"—kemahiran untuk mengelola proses belajarnya secara sadar dan sengaja. Berdasarkan konsep arketipe "Brian" dalam buku Great Learners by Design, pembelajar hebat dicirikan oleh integrasi antara keterampilan (skill), kemauan (will), dan motivasi (thrill). Mereka bukan pembelajar pasif yang sekadar mengikuti instruksi, melainkan individu yang mampu menjadi "guru bagi dirinya sendiri," yang memahami kapan harus fokus pada penguasaan fakta dasar dan kapan harus menyelami hubungan antar-ide yang lebih kompleks.
Implementasi untuk menjadi pembelajar hebat dilakukan melalui pemahaman terhadap siklus pembelajaran kognitif yang terdiri dari tahap permukaan (surface), mendalam (deep), dan transfer. Tahap pertama dimulai dengan akuisisi dan konsolidasi fakta menggunakan strategi seperti ringkasan dan practice testing. Setelah pondasi kuat, pembelajar harus beralih ke tahap mendalam untuk menghubungkan konsep-konsep tersebut melalui strategi seperti self-verbalization dan pencarian pola. Puncaknya adalah kemampuan transfer, di mana pembelajar secara aktif mencari persamaan dan perbedaan untuk menerapkan pemahamannya ke dalam konteks baru yang asing, sehingga pengetahuan tidak berhenti pada teori semata.
Dalam konteks pekerjaan dan keseharian, menjadi pembelajar hebat berarti menerapkan "kesengajaan" (intentionality) dalam setiap aktivitas. Hal ini diwujudkan dengan membangun budaya "manajemen kesalahan," di mana kekeliruan dipandang sebagai peluang belajar yang berharga, bukan kegagalan yang memalukan. Secara praktis, seseorang harus secara nosy atau "ingin tahu" mencari kejelasan (seeking clarity) mengenai kriteria keberhasilan dari setiap tugas yang dihadapi. Dengan terus mengevaluasi dampak dari strategi belajar yang digunakan dan menyesuaikan tindakan berdasarkan umpan balik, seorang pembelajar hebat memastikan bahwa setiap pengalaman berkontribusi pada pertumbuhan kapasitas yang berkelanjutan dan adaptif.