Puntir Pelintir
Kamu adalah urat ungu dan darah merah yang bermekaran di jantung hati dan mata kaki kamu.
Kamu puntir urat biru dan darah putih yang nyaris seputus asa kamu.
Yang nyaris putus itu kamu dan urat kamu dan asa kamu, tapi mungkin bukan cinta kamu, yang dari saban hari masih jadi bulan-bulanan tabloid.
Kamu dan urat syaraf kamu adalah duri yang mekar di kepala kamu, seperti yang kamu tulis di puisi kamu.
Kamu adalah urat nadi kamu yang membentuk jalan lingkar luar bernama leher kamu
Yang penuh bercak merah air panas dan bercak kotak koyo panas dan bercak ungu gigi panas.
Kamu adalah urat nadi yang mengakari jemari gempal kamu
Yang tidak senyaris putus urat sendi kendur kamu
Yang terlampau hangat dan penuh memar tanpa detak.
Nadimu, kamu, berdetak.
25 Juli 2016