Minggu, 06 November 2022
Dia Allah yang Hidup
Lukas 20: 27-38
Perselisihan selalu meninggalkan residu kebencian, penolakan bahkan dendam di antara keduanya. Orang Saduki dan Farisi berbeda pendapat dan pengajaran mengenai Kebangkitan orang mati. Perbedaan itu menimbulkan residu di tengah-tengah bangsa Yahudi sehingga mayarakat menjadi terpecah. Kehadiran Tuhan Yesus, justru hendak dipakai oleh orang Saduki untuk mendapatkan dukungan dan keberpihakan tentang penolakan atas Kebangkitan Orang Mati. Satu soal dibuat pada diri seorang perempuan yang harus menikah hingga 7 kali kali dengan Saudara suaminya, sepeninggalan suaminya. Dari ketujuh orang tersebut, siapakah yang akan menjadi suaminya, di hari Kebangkitan? Tuhan Yesus menegaskan tentang kehidupan setelah kebangkitan tidak lagi sama dengan saat ini. Kematian tidak akan memisahkan kita dari kasih Allah yang sesungguhnya dan Tuhan itu tetap Allah bukan saja bagi orang yang mati melainkan juga bagi orang yang hidup.